Archive

Posts Tagged ‘OpenWrt’

Review Huawei HG553 yang sudah diganti ke OpenWRT/LEDE

April 11, 2017 1 comment

Huawei HG553 merupakan router ADSL (bekas) yang dibundling oleh operator Vodafone. Di Indonesia, router ini menjadi favorit karena harganya yang murah meriah. Saya sendiri sudah pakai 2 buah, dibeli dengan harga 140rb. Sangat murah bila dibandingkan dengan TPLink MR3240. Secara kemampuan, router ini mirip dengan TPLINK MR3420, ada port USB nya. Tapi sayangnya bentuknya besar sekali dan antena hanya antena internal.

Sekalipun begitu, saya amati router ini cukup tangguh, pernah di tempat yang saya pasang, ada 27 perangkat yang terkoneksi. Memang sih sebagian besar perangkat yang terkoneksi hanya idle, tidak ada data yang dilewatkan, tapi walaupun demikian, perangkat yang terkoneksi tidak mengalami kemacetan saat mulai mengakses jaringan.

Kelemahan HG553: Read more…

Advertisements

Instalasi OpenWRT di UBNT UniFi AP LR


Beberapa waktu lalu kantor membeli Access Point baru (atas permintaan saya sih..) karena di beberapa lokasi usernya sudah terlalu banyak dan tidak bisa lagi tertangani dengan stabil. Waktu itu saya sudah mencoba membuat 2 buah Access Point untuk 1 lokasi, dengan harapan akan bisa membagi beban jaringan antar Access Point. Tapi ternyata harga memang berpengaruh pada kualitas perangkat.

Akhirnya setelah browsing sana-sini, saya memutuskan menggunakan UBNT UniFi sebagai Access Point. Faktor yang dipertimbangkan karena AP ini sudah MIMO, stabil dan daya pancar yang cukup besar.

Ini penampakannya:

unifi-ap-features-design

Awalnya saya berniat menggunakan UniFi controller, karena tujuannya beli ini ya karena kemudahannya. Tapi utak atik beberapa jam, ini AP masih aja bengong. Jengkel dan karena dikejar waktu, saya akhirnya  memutuskan menggunakan OpenWRT.

Berikut adalah langkah-langkahnya. (Sori gambar screenshoot gak ada). Read more…

Categories: Networking, Tips n Trick Tags: , ,

DD-WRT di Linksys WRT54GL dengan VLAN

April 14, 2015 6 comments

Tulisan ini merupakan bagian dari tulisan saya tentang pemisahan jaringan berdasarkan VLAN. Jaringan yang dipisahkan adalah LAN ke VLAN, dan Wireless ke VLAN, firmware yang digunakan pada tulisan ini adalahDD-WRT v.2.4. Untuk versi open-WRT  bisa dibaca disini.

Mungkin ada diantara teman-teman yang kebingungan bagaimana caranya memisahkan VLAN, menggabungkan LAN ke VLAN amaupun wireless ke VLAN. Saya sendiri cukup kebingungan mencari dokumentasi yang baik yang bisa menjelaskan langkah demi langkah dengan cukup jelas. Kebanyakan tersebar dalam bentuk wiki pendek, sisanya harus berpikir sendiri dan memodifikasi wiki yang ada.

Disini saya menggunakan Linksys WRT54GL, cara saya berikan dalam versi OpenWRT 8.09 sudah pernah saya bahas di blog ini, sedangkan kali ini menggunakan DD-WRT v.24 SP1. OS yang saya gunakan Linux karena sudah mencakup telnet dan ssh client. Bila anda menggunakan Microsoft Windows, bisa menggunakan putty.

Saya mengasumsikan bahwa anda sanggup melakukan flash firmware maupun reset router. Disini saya hanya membahas konfigurasi jaringan saja.

Berikut topologi jaringan yang akan saya buat:

linksys-wrt54gl-vlan

bagian belakang router

bagian belakang router

IP Address default untuk router baik di OpenWrt maupun DD-WRT adalah 192.168.1.1, jadi sebaiknya anda atur IP Address komputer ke 192.168.1.2

Berikut adalah langkah-langkahnya:

DD-WRT tidak mempunyai pengaturan seperti OpenWRT, jadi kita tidak bisa melalui terminal. Pengaturan nya lebih rumit karena melibatkan GUI, tapi pada intinya sama.

Yang diingat disini ada beberapa istilah yang berbeda:

  1. LAN adalah eth0, tapi DD-WRT menggunakan br0 di pengaturan web. VLAN0 (nol) adalah VLAN standar untuk LAN, maksudnya tanpa VLAN.
  2. Wireless adalah eth1, tapi bila membuat virtual AP maka dinamakan wl0.1. Sebagai catatan, di terminal, wl0 tidak dikenali karena adanya eth1.

Read more…

OpenWRT 8.09 di Linksys WRT54GL dengan VLAN


Tulisan ini merupakan bagian dari tulisan saya tentang pemisahan jaringan berdasarkan VLAN. Jaringan yang dipisahkan adalah LAN ke VLAN, dan Wireless ke VLAN, firmware yang digunakan pada tulisan ini adalah OpenWRT 8.09. Untuk versi DD-WRT  bisa dibaca disini.

Tutorial ini akhirnya saya tulis karena susahnya mencari informasi tentang VLAN di WRT54GL. Beberapa tutorial yang sempat saya lihat menggunakan ddwrt, tapi entah kenapa saya coba kok tidak bisa, mungkin karena versi hardware nya lain. Saya menggunakan WRT54GL V1.1 yang saya upgrade dengan menggunakan OpenWRT 8.09. Nah, kenapa 8.09? dan bukan 10.03 atau yang terbaru sekalian macam 12.09? Jawabannya bisa anda buka dari wiki openwrt. Kalau hanya sebatas Access Point dengan VLAN, anda tidak membutuhkan versi terbaru. Versi lama asal stabil sudah cukup.

Adik saya sudah saya minta oprek router ini mulai dari OpenWRT 10.03 hingga DDWRT dan selalu mentok, router tidak mau memberikan VLAN atau bridge tidak berjalan. Yang saya harapkan dari router ini adalah kemampuan VLAN TAG karena saya ingin memisahkan jaringan wireless ke VLAN10. Rencananya VLAN10 ini akan diberikan ipaddress dan hotspot service oleh server mikrotik.

Read more…

Huwei E173 Hilink Version

November 30, 2013 4 comments

Karena modem lama (E153) sudah hampir mati – panas sedikit diskonek , maka saya memutuskan untuk membeli modem baru. Pilihannya jatuh antara Huawei E169 atau Huawei E173 karena 2 modem itu pasti dispoort oleh wifi router saya. Kebetulan saya sudah ada wifi router TPLINK-MR3420 OpenWrt. Akhirnya diboyonglah si modem lengkap dengan jaminan garansi 3 tahunnya. Harga? 250 rb! Lumayan murah untuk modem 3.75 G. O ya, kebetulan punya saya warnanya hitam dan di modemnya ada logonya Telkomsel Flash (sori, gak sempat foto)

Nah setelah itu ditancapkan ke router. Kok diam saja? Waduh.. ada apa lagi nih..? Lalu saya coba ke laptop Ubuntu 12.04. Kok ya diam saja, tidak ada tanda-tanda kehidupan. Usut punya usut, oh ternyata ini versi HiLink. Read more…

Menggunakan OpenWrt ke Senao EOC5610

September 17, 2009 5 comments

upgrade firmware Senao EOC5610Kantor akhirnya mengabulkan untuk pembelian perangkat wireless baru Senao EOC5610. Mulanya sih mau menggunakan dd-wrt. Tapi aduh… ternyata firmware satu ini gratisnya cuman untuk perangkat2 semacam Linksys, tapi kalo untuk Senao? Bayar bung!!

Terpaksa harus putar otak, coba upgrade firmware via web interfacenya malah routernya gak bisa diakses! Ini kok macet… Sampai pusing dan stress… Lha gimana lagi, ini punya kantor. Kalo rusak ya ikut ganti, mana gak murah lagi.

Senao EOC5610 menggunakan bootloader yang dinamakan redboot. Ini sedikit rumit dan perlu trik karena begitu router gagal loading firmwarenya, router tidak bisa diakses. Jadi sebelum router loading firmwarenya, kita cegat dulu di bootloadernya. (macam penjahat aja ya?, pakai dicegat segala..)

Browse kesana kemari akhirnya ketemu juga tutorialnya, tapi rumit. Akhirnya setelah mencoba, aku kompilasi lagi tutorialnya menjadi seperti ini:

Read more…

Categories: Networking Tags: , ,