Archive

Archive for the ‘Open Source’ Category

Majalah Digital UbEx Edisi 1


UbEx-1st_issue

Akhirnya, majalah digital UbEx berhasil diterbitkan..Setelah 2 tahun terdiam di dalam pojok harddisk saya.

Ehm, ehm.. Kenapa akhirnya saya keluarkan juga? Salah satu sebabnya karena majalah kesayangan saya, Infolinux, tidak terbit lagi. Sementara saya baru sanggup mengerjakan 8 halaman. Mungkin di edisi-edisi berikutnya, saya bisa memberikan lebih… Read more…

Ingat Ini Jadi Geli


Kalau ingat kisah ini saya jadi geli:
Beberapa waktu lalu saya membaca di sebuah forum yang bertanya apakah Linux jelek atau tidak, karena si penanya diberi tahu oleh orang lain bahwa Linux jelek karena proses shutdownnya yang cepat sekali. Argumennya sih, kalau cepat shutdownnya, pasti tidak bersih sistemnya, masih ada sisa-sisa cache yang nanti akan memperlambat sistem. Read more…

Instalasi Libreoffice 3.4 di Ubuntu (NO PPA)


Karena saya bekerja di sekolah, dan hampir tiap guru mempunyai laptop/komputer pribadi, seringkali muncul masalah pada waktu print file-file mereka. Sebagian menggunakan MS Office, sebagian menggunakan OpenOffice tapi berbeda versi. Kalau menggunakan MS Office dan berubah formatnya, ya mau bilang apa lagi. Tapi bila sama-sama menggunakan OpenOffice, tapi format berubah (terutama bullet and numbering) ini menimbulkan masalah baru di tingkat user.

Akhirnya saya memutuskan untuk mencobakan satu versi yang sama, yaitu LibreOffice 3.4. Kenapa LibreOffice dan bukan OpenOffice, and bisa baca artikel saya disini: https://betweenmeandlinux.wordpress.com/2011/07/13/libreoffice-vs-openoffice/

Untuk Ubuntu 11.04, paket LibreOffice sudah terinstall secara default, tapi baru LibreOffice versi 3.3. Sedangkan saya ingin menginstall LibreOffice 3.4. Jadi bagaimana? Solusinya saya harus menggunakan paket DEB dari website resmi LibreOffice. Paket DEB ini bisa anda instalasikan ke Ubuntu 8.04 juga, jadi tidak perlu penggantian sistem secara keseluruhan. Alternatif lain adalah menggunakan PPA, anda bisa lihat cara instalasi lewat PPA disini:  https://betweenmeandlinux.wordpress.com/2011/07/13/instalasi-libreoffice-via-ppa-di-ubuntu
Read more…

Instalasi LibreOffice via PPA di Ubuntu


Untuk Ubuntu 11.04, LibreOffice sudah terinstall secara default. Jadi anda dengan tenang menikmati ini, bila ingin instalasi LibreOffice terbaru ke Ubuntu anda atau instalasi di Ubuntu 8.04, bisa baca artikel saya disini: https://betweenmeandlinux.wordpress.com/2011/07/13/instalasi-libreoffice-3-4-di-ubuntu-no-ppa/

Untuk perbedaan LibreOffice dan OpenOffice, bisa baca disini:https://betweenmeandlinux.wordpress.com/2011/07/13/libreoffice-vs-openoffice/

Ok, untuk instalasi via PPA (hanya berlaku untuk Ubuntu 10.04 lucid, Ubuntu 10.10 maverick, Ubuntu 11.04 natty), pastikan anda punya koneksi internet dan kuota masih mencukupi, karena ukuran paket-paket yang cukup besar (~120 MB)

Read more…

LibreOffice vs OpenOffice


Karena sekarang ada LibreOffice dan OpenOffice, sebagian besar pengguna (paling tidak sysadmin) jadi harus memutuskan apakah akan berpindah ke LibreOffice atau tidak. Buat saya, LibreOffice lebih menjanjikan karena update bug yang lebih cepat.

Berikut ini artikel yang saya copas dari http://www.detikinet.com/read/2010/12/15/154911/1525546/398/libreoffice-lebih-baik-dari-openofficeorg Read more…

Kelemahan OpenSource (untungnya sekarang sudah banyak diperbaiki)

March 25, 2011 2 comments

Saya mengajar di sebuah sekolah swasta yang notabene anak-anaknya cukup mampu, dan sebagian mereka menggunakan Mac. Suatu kali saya bertanya ke salah seorang anak, “Kenapa tidak menggunakan Windows untuk laptopnya? Kenapa memilih Mac, tidak takut tidak bisa main game?”.

Dia dengan mantap menjawab, “Tidak. Saya tetap memilih Mac. Saya bisa mencari alternatifnya di Mac.”. Tapi bila saya menghadapkan mereka ke Linux, selalu jawabannya adalah Linux susah dan tidak keren. Mungkin ini beberapa kesalahan yang Linux lakukan.
Read more…

Categories: Open Source Tags: , , , ,

Linux vs Mac

March 25, 2011 6 comments

Baru2 ini saya menggunakan kembali Linux sebagai full desktop experience setelah sekian lama berkecimpung di dunia server dan CLI. Saya memutuskan untuk menginstall Linux sebagai OS utama yang akan saya gunakan. Meninggalkan Windows yang selama ini bercokol di partisi harddisk saya.

Lalu terbersit pikiran kenapa Linux tidak (kurang) menjadi pilihan bagi orang-orang? Kenapa orang memilih Mac daripada Linux? Padahal kita semua tahu bahwa Mac juga tidak dapat menjalankan program-program Windows. Mac juga mempunyai kumpulan software-nya sendiri, dan pada beberapa kasus Mac juga tidak dapat menggunakan hardware tertentu karena tidak tersedia driver Mac-nya. Mirip dengan kasus Linux bukan? Lalu kenapa orang lebih memilih Mac dan rela belajar kembali dan rela melepaskan program-program Windows-nya? Kenapa orang lebih mengeluh menggunakan Linux daripada Mac?

Asumsi yang beredar adalah Linux susah, Windows mudah, dan Mac indah. Tapi benarkah demikian?

Read more…

Categories: Open Source Tags: , , ,