Home > Tips n Trick > Cara membedakan flashdisk palsu dan asli

Cara membedakan flashdisk palsu dan asli

Beberapa waktu lalu saya membeli flashdisk Toshiba 32 GB, harganya cukup murah sih. Hanya Rp.65.000,- padahal harga aslinya masih diatas Rp.100.000,-. Saya awalnya curiga, tapi karena yang jual tetangga sendiri saya tidak mengabaikan kecurigaan saya, saya anggap mungkin barang BM saja.

Dari bungkusnya tidak terlihat kalau palsu, semua persis sama, bahkan ada hologramnya juga. Kalau handphone yang palsu, jenis flashdisk Toshiba palsu ini macam versi “King Copy” karena dari luar benar-benar mirip.

flashdisk-toshiba-palsu-tampak-luar

Istri saya mencoba mengcopy-kan file film dan dihapus kembali, ternyata kok terasa lama prosesnya. Tidak seperti flashdisk Toshiba saya sebelum-belumnya. Kecurigaan saya tambah menguat, lalu mulailah investigasi dilakukan.

Nah, ternyata pada waktu saya buka di Linux baru ketahuan. Kalau buka-nya di Windows gak ketahuan karena Windows hanya menampilkan generic disk yang umum ditampilkan pada waktu sebuah flashdisk dimasukkan.

Di Linux (gnome), anda bisa cek melalui menu Applications – System – Disks.

Pada flashdisk Toshiba palsu yang ditampilkan hanya generic disk, serial number yang ditampilkan pun hanya 8 digit. Beda sekali dengan flashdisk Toshiba asli, yang memang menampilkan Toshiba Drv dan serial numbernya lebih dari 8 digit.

Berikut adalah perbedaan flashdisk Toshiba palsu dan flashdisk Toshiba asli dari menu Disks.

Langkah berikutnya saya coba lakukan benchmark untuk melihat seberapa cepat flashdisk Toshiba palsu ini bila dibandingkan dengan flashdisk Toshiba asli. Terlihat bahwa flashdisk Toshiba palsu lebih lambat hingga 50% dari flashdisk Toshiba asli.

Kebetulan tetangga kami mau, waktu flashdisk Toshiba palsu yang dia jual, kami kembalikan, mungkin dia yang gak enak sama kami karena jual barang palsu. Tapi bagaimana bila misalnya anda sudah terlanjur membeli?

Karena ini flashdisk Toshiba palsu, artinya tidak ada jaminan bahwa flashdisk akan berumur panjang. Pastikan anda tidak menyimpan data-data penting didalamnya. Begitu chip didalamnya mati, maka semua data tidak akan bisa diselamatkan.

Categories: Tips n Trick Tags: , ,
  1. November 4, 2016 at 1:47 am

    gan, title picture banchmarknya ada yang aneh tuh, kok titlenya yg palsu hasil banchmarknya lebih bagus…

    hehehe..

    btw, thanks info nya gan…!

    • betweenmeandlinux
      November 11, 2016 at 7:53 am

      sama2 gan!

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: