Home > Linux Experience, Networking, Tips n Trick, Virtualbox > Virtualbox Network Simulator – Client Setup Slitaz Linux

Virtualbox Network Simulator – Client Setup Slitaz Linux

Seri ini termasuk dalam bahasan menggunakan virtualbox untuk network simulator. Dalam network simulator anda memerlukan minimal dua sistem:

  1. Server
  2. Client

Nah, pada seri sebelumnya anda mengenal distro ringan yaitu Puppy Linux yang bisa berjalan pada RAM 64MB dan harddisk virtual 98 MB. Kali ini saya akan membahas tentang Slitaz yang juga ringan. Slitaz mula-mula dikembangkan berdasarkan Slackware tapi sekarang sudah menyimpang jauh dari pakem slackware. Jadi Slitaz versi terbaru sudah merupakan distro yang unik yang mempunyai manajemen paket dan repository terpisah.

Berikut beberapa hal yang menjadi keunggulan Slitaz:

  1. Antarmuka LXDE. Ini memudahkan bila anda tidak terbiasa dengan perintah terminal.
  2. Sistem manajemen paket seperti apt-get, dan Slitaz menyediakan mirror seluruh paket dalam 1 keping DVD – bandingkan dengan Debian/Ubuntu yang berkeping-keping.
  3. Bisa berjalan dengan RAM 64 MB dan lancar! (Harus terinstall dan menggunakan partisi swap)
  4. Versi standar hanya membutuhkan ruang harddisk kurang dari 300 MB (termasuk swap 64MB).
  5. Bisa diremaster dengan mudah karena script remaster sudah termasuk di distro ini.
  6. Mempunyai control panel berbasis web. Sepertinya bisa melakukan remote konfigurasi (belum coba)
  7. Karena control panel berbasis web, anda tidak perlu melakukan instalasi web server lagi bila akan mengembangkan hanya sebatas CLI dan HTML.
  8. Mendukung aplikasi populer macam LibreOffice, Firefox dan Google-Chrome. Hanya saja untuk menjalankan aplikasi-aplikasi ini anda membutuhkan minimal RAM 512 MB.

Bila akan digunakan sebagai client di VirtualBox, ini yang harus anda lakukan:

  1. Untuk pertama kali sebelum instalasi atur RAM ke 300MB supaya anda mendapatkan tampilan komplit. File ISO live Slitaz mempunyai pengaturan RAM. Bila anda hanya menggunakan RAM kurang dari 256 MB, maka slitaz hanya menampilkan X dan sebuah terminal.
  2. Harddisk virtual sebesar 512MB, dengan swap cukup 64 MB. Ukuran aktual setelah instalasi sekitar 200 MB.
  3. Setelah instalasi anda bisa ubah RAM kembali ke 64MB.
  4. Slitaz sudah termasuk browser Midori (lancar untuk situs sederhana tapi jelek untuk situs dengan banyak javascript).

Kelebihan Slitaz dibanding dengan Puppy Linux:

  1. Sudah termasuk web server.
  2. Midori sudah terinstall. Di Puppy Linux, anda harus melakukan instalasi secara manual
  3. Manajemen paket yang mirip dengan Debian. Paket yang tidak ada bisa dikompile dari versi DEB, RPM atau TARGZ (script disediakan)
  4. Pengaturan dan tampilan yang lebih mudah.

Kekurangan Slitaz dibandingkan Puppy Linux:

  1. Ukuran instalasi lebih besar (terpaut 100-150MB)
  2. Sebenarnya instalasi aplikasi Puppy lebih mudah daripada Slitaz, tinggal download aplikasi dan diletakkan di folder /mnt/home pasti langsung muncul di menu.

Saya secara pribadi senang menggunakan Slitaz karena lebih mudah pengaturan, sudah termasuk midori dan web server. Ini memudahkan bila saya akan perlu membuat simulasi web server dengan menggunakan Virtualbox.

Oh ya, saya sempat terpikir menggunakan Ubuntu Server untuk client, tapi ternyata membutuhkan ruang harddisk sebesar 700 Mb untuk versi minimalnya. Akhirnya pilihan jatuh ke Slitaz atau OpenWRT (dibahas di edisi selanjutnya)

Berikut tampilan dari Slitaz:

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: