Home > Hack, Linux Experience, Tips n Trick, Ubuntu > ZRam – ternyata tidak sehebat itu

ZRam – ternyata tidak sehebat itu

Beberapa waktu ini saya melakukan uji coba pada compcache dan zram. Karena konon kabarnya mampu meningkatkan kinerja sistem. Saya melakukan pengujian pada 3 macam sistem, Ubuntu 8.04 Server (proxy squid – RAM 768 MB), Ubuntu 10.04 Desktop (RAM 2 GB), dan Ubuntu 12.04 (AMD Sempron lama + RAM 256 MB).

Bagi yang belum tahu apa itu zram, ini penjelasannya. Zram adalah aplikasi yang akan membuat memori swap yang terkompresi di RAM, semacam tmpfs tapi terkompress. Swap sendiri adalah memori tambahan kalau memori fisik (RAM) kurang, biasanya swap ada di harddisk sebagai partisi swap maupun file swap. Nah, harapannya kalau zram ada di RAM, maka proses baca-tulis swap jauh lebih cepat karena menggunakan RAM yang 100x lebih cepat dari harddisk sehingga sistem responsif.

Lalu apa itu compcache? Sebelum ada zram, dulu namanya compcache. Zram itu compcache yang baru. Untuk Ubuntu 12.04 kebawah bisanya menggunakan compcache.😀

Compcache untuk Ubuntu 8.04 Server dan Desktop lancar jaya, sistem memang lebih responsif. Mungkin karena distro lama yang memang ngirit RAM, lagipula RAM terpasang juga sudah berlimpah ruah. Nah, yang menarik bila zram diujicoba ke Ubuntu 12.04 yang boros RAM dan sistem dengan RAM minim.

Pengujian saya lakukan dengan Ubuntu 12.04 yang sudah terintegrasi dengan zram. Berikut investigasinya:

1. Pada waktu dipasang di Pentium i3 RAM 4GB, zram-config tidak berjalan, harus diakali dengan script di init.d baru zram berfungsi.

2. Pada waktu di-remaster (remaster di PC pentium i3) dan diinstalasi di AMD Sempron lama+RAM 256 MB zram macet total, harus menunggu menu instalasi muncul dan menjalankan service zram secara manual (service zswapram start). Instalasi macet total, harus diakali dengan membuat partisi swap tambahan dari mode boot single (recovery) karena partisi swap yang ada terpakai oleh instalasi.

3. Pada waktu diujicoba di PC AMD Sempron itu, zram bisa berjalan. Masuk ke Unity bisa, buka Firefox langsung macet. Saya mencoba Gnome-classic, cukup lancar tapi Firefox macet. Hanya bisa menggunakan LXDE, itupun masih dengan segala macam kemacetan yang terjadi.

Kesimpulan

Ubuntu mempunyai spesifikasi minimal. Yang direkomendasikan minimum adalah 512 MB, lebih baik lagi bila 1GB. Mau anda utak-atik pakai zram, tetap saja mentok di RAM. Tapi bila anda sudah memenuhi spesifikasi 512 MB, maka zram akan sangat berguna. Jangan tertipu dulu dengan saran menggunakan desktop ringan macam apapun (XFce, LXDE, Blackbox, dsb), tetap yang boros RAM adalah aplikasi sehari-hari semacam Firefox dan LibreOffice.

Selama anda mempunyai RAM minimal 512 MB, maka zram akan membuat aplikasi anda berjalan lebih lancar.

Lalu bagaimana dengan PC lama dengan RAM 256 MB? Gunakan distro lama+compcache, ini sudah resiko. Di PC semacam itu, Windows XP pun sudah kekurangan RAM karena aplikasi sekarang memang boros RAM (antivirus, office, browser, dsb)

fonetz.com.2

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: