Home > Linux Experience > Lightweight Linux Desktop – Desktop Ringan untuk Linux

Lightweight Linux Desktop – Desktop Ringan untuk Linux

Saya baru-baru ini membaca artikel menarik tentang lightweight desktop. Bagi yang belum tahu, Linux mengenal yang namanya Window Manager dan Desktop Environment (DE), kalau di Ubuntu menggunakan Unity+gnome, kalau Kubuntu menggunakan KDE.
Nah, biasanya kan kita membagi antara DE ringan (lightweight) dan DE yang berat. Beberapa tulisan saya di blog ini juga membahas itu. Bisa klik disini dan disini. DE ringan antara lain LXDE, Blackbox dan turunannya (openbox, fluxbox), XFce, Enlightment, dsb. Sedangkan DE berat semacam KDE dan Gnome.
Nah, sekarang pertanyaannya, kenapa suatu DE disebut ringan?

Bagaimana dilihat dari pemakaian RAM?

Yang pertama mengukur penggunaan RAM tidak mudah karena tiap DE mempunyai fasilitas berbeda-beda. Ini sama seperti membandingkan apel dan jeruk.
Mitos: Lightweight DE adalah DE yang minim RAM
Fakta: RAM saat ini melimpah dan murah, tiap DE berbeda fasilitas, jadi kesimpulannya BUKAN karena penggunaan RAM

Apakah dari dukungan terhadap perangkat lama?

Pertanyaan pertama yang muncul adalah perangkat apa yang pantas disebut lama? Dua tahun yang lalu, sepuluh tahun yang lalu? DE yang dioptimalkan untuk perangkat lama tidak akan bisa memanfaatkan teknologi yang ada di perangkat baru. Bukankah bisa menggunakan GPU untuk me-render Desktop itu lebih baik? Bisa menggunakan pemrosesan paralel pada prosesor multicore adalah sesuatu yang luar biasa?
Perangkat lama belum menggunakan GPU, masih single core, belum mengenal USB, PCI Express. Bahkan bila anda cek, anda akan menemukan bahwa Raspberry Pi mempunyai CPU yang lebih cepat (dan juga dukungan OpenGL) daripada Pentium III. Berapa banyak yang sudah menggunakan handphone Dual Core?
Mengembangkan dukungan ke perangkat lama dan baru sama sekali tidak mungkin. Satu sisi, perangkat lama sudah banyak ditinggalkan (dan rusak) di sisi lain para pengembang akan mengembangkan dukungan ke perangkat baru.
Mitos: DE ringan yang mendukung perangkat lama.
Fakta: Saat ini perangkat lama sudah jarang, kebanyakan sudah rusak dan ditinggalkan. Para pengembang berfokus pada perangkat baru. Jadi kesimpulannya disebut ringan BUKAN karena dukungan perangkat.

Bagaimana dengan penggunaan CPU?

Bila anda menggunakan DE yang minim dekorasi macam blackbox, tentu saja penggunaan CPU lebih rendah. Apalagi bila anda membandingkan dengan KDE+Widget-nya.
Mitos: DE ringan penggunaan CPU terhitung rendah
Fakta: Kesan ringan baru didapat bila anda menggunakan CPU yang terbatas, misal Intel Atom. Jadi kesimpulannya, BENAR bahwa DE ringan adalah yang responsif dalam pengertian penggunaan CPU.

Dari beberapa aspek ini, kesimpulan saya cuma satu: DE ringan adalah yang responsif dalam pengertian bila diaplikasikan di hardware modern tapi terbatas. Bila ringan imbasnya pada fasilitas, contoh Blackbox ringan, tapi anda tidak memiliki fasilitas seperti Gnome. Anda memang bisa menambahkan program untuk membuat Blackbox seperti Gnome, tapi bila hardware mendukung, kenapa tidak menggunakan Gnome saja?

Analoginya adalah bila anda mempunyai mobil Lamborghini, apakah anda akan rela membuang semua aksesoris hanya demi mobil anda irit bensin? Saya kira tidak.🙂

  1. April 25, 2013 at 9:23 am

    Bagi yang belum tahu, Linux mengenal yang namanya Window Manager dan Desktop Environment (DE), kalau di Ubuntu menggunakan Unity+gnome, kalau Kubuntu menggunakan KDE.

    Saya kira inilah bagian terbaik dari esai bapak. Benar-benar jauh Linux kita ini dengan pengguna akhir mayoritas di Indonesia. Jadi penjelasan bapak yang seperti ini sangat diperlukan. Terima kasih.

  2. Al_Batjafary
    July 17, 2013 at 2:00 am

    linux pancen oye……!!!!

    gan,, share tentang “penetration testers” donk, kaya tools2 yg ada di BackTrack & saudara2-nya,,hehe

    lagi belajar nich..

    • betweenmeandlinux
      August 31, 2013 at 7:57 am

      wupss.. sori akhir2 ini lagi sibuk gan. Pasti akan saya bahas.🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: