Home > Linux Experience, Migrasi, Tips n Trick > Anda (tidak) perlu pakai antivirus!

Anda (tidak) perlu pakai antivirus!

Ya benar, sebenarnya anda tidak perlu pakai antivirus. Terserah mau pakai Windows, Linux, atau Mac, sebenarnya anda tidak memerlukan antivirus. Antivirus, antimalware, firewall, dsb dijalankan secara otomatis dan hidup di memori anda. Oleh karena itu aplikasi perlindungan yang anda pakai sebenarnya memperlambat sistem.
Tapi ada tiga hal yang harus anda lakukan untuk bisa hidup tanpa antivirus:

  1. Anda tidak perlu pakai antivirus bila komputer tidak terhubung ke jaringan (LAN, Wifi, maupun internet modem). Beberapa virus dan trojan menyerang melalui port yang terbuka di sistem. Port yang terbuka itu diakses melalui jaringan. Dalam hal ini termasuk email dan browsing.
  2. Anda tidak perlu pakai antivirus bila komputer menggunakan aplikasi yang seluruhnya legal (OS asli, Office asli, Editing grafis asli, dsb). Beberapa virus masuk melalui aplikasi bajakan yang banyak beredar di internet maupun di CD-CD bajakan. Biasanya cracker pembuat bajakan sengaja memasukkan virus dalam bentuk trojan kedalam crack / aplikasi serial number dari bajakan.
  3. Anda tidak perlu pakai antivirus bila komputer tidak mengakses media semacam floppy, CD, dan flashdisk. Banyak virus lokal menggunakan media flashdisk untuk penyebaran.
  4. Anda tidak perlu pakai antivirus bila komputer anda menggunakan sistem operasi minim virus macam Linux dan Mac.

Analoginya, bila anda mengunakan antivirus, anda seperti menempatkan “satpam” di depan pintu. Menggunakan dua macam antivirus seperti menempatkan dua “satpam” dari dua perusahaan keamanan. Bila ada akses ke memori maupun ke harddisk, “satpam-satpam” itu akan berebut memeriksa. Gerakan sekecil apapun akan diperiksa. itu sebabnya antivirus, antimalware, firewall memperlambat sistem karena apa-apa diperiksa. Kadang karena berebut, “satpam-satpam” itu malah “berkelahi” dan saling menghalangi, yang akibatnya komputer anda menjadi macet.

Untuk sebuah komputer kantor yang terpencil (misal di gudang), anda tidak perlu memasang antivirus sama sekali. Dengan catatan port USB anda plakban. Saya sendiri sudah membuktikan bahwa menjalankan Windows tanpa antivirus adalah mungkin. Bahkan anda bisa hidup damai dengan beberapa puluh virus yang menginfeksi sistem. Toh yang penting anda tidak menularkan ke orang lain.🙂

Antivirus untuk Linux dan Mac

Apakah Linux dan Mac tidak memerlukan antivirus? SANGAT DIANJURKAN memasang antivirus di Linux dan Mac.

Bukan karena Linux dan Mac mempunyai banyak virus, tapi karena Linux dan Mac bisa menjadi pembawa (carrier) dari virus.

Contoh, bila anda menerima email yang memiliki attachment virus, sebagai pengguna Linux dan Mac, anda tidak perlu pusing melakukan scan email. Tapi kadang kita meneruskan (forward) email yang bervirus ke orang lain yang menggunakan Windows.
Sebagai pengguna Linux dan Mac, kita juga tidak akan terkena virus yang menempel d flashdisk, tapi alangkah baiknya kalau flashdisk yang menempel di komputer kita juga ikut dibersihkan (walau setelah itu pasti terinfeksi lagi di PC Windows). Hitung-hitung sebagai perbuatan baik ke orang lain.🙂

Tampilan Windows Security Center pada Windows XP

Sekedar intermeso, sudah menjadi pemahaman umum bahwa Windows+antivirus adalah dua hal tidak terpisahkan. Windows sendiri memasang peringatan bila anda tidak memasang antivirus dan menghidupkan firewall. Salah satu antivirus lokal malah akan mengeluarkan peringatan bila anda tidak memasang antivirus “impor” macam Norton, Kapersky, dsb. Aneh ya?
Bila semenjak jaman DOS sudah ada virus (dan antivirus), kenapa di tiap versi Windows tetap saja ada virus? Logikanya bila ada cacat di produk, seharusnya diperbaiki di versi berikutnya. Jadi virus yang menyerang di Windows 95 seharusnya tidak bisa berjalan di Windows 98, dan seterusnya. Kenapa selalu harus ada antivirus? Jangan-jangan….. ????

“If things ain’t broken, don’t fix it!”
“You can always see problem as opportunities.”

  1. Alan
    June 17, 2012 at 10:57 am

    terus, bagusnya klo pakai antivirus, pakai apa ya gan ?

    • betweenmeandlinux
      June 18, 2012 at 4:47 am

      Saya biasanya pakai Avast+Smadav. Tapi itu juga selera masing2 orang. Intinya tidak ada antivirus yang paling top.

  2. kayellnasution@gmail.com
    July 19, 2013 at 9:32 am

    @alan: pernah coba untuk kaspersky nggak neuy,,🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: