Home > Linux Experience > Mencicipi KOffice

Mencicipi KOffice

Beberapa waktu ini saya mulai menggunakan KDE. Misi kali ini bukan hanya sekedar mencoba, tapi menikmati KDE dalam pekerjaan sehari-hari. Ini termasuk kadangkala saya juga ingin bermain di virtualbox. Nah, salah satu yang membuat saya penasaran adalah Calligra, atau dulu disebut sebagai KOffice. Semenjak KDE 4, KOffice juga mengalami banyak perubahan dari sisi tampilan. KOffice yang saya gunakan adalah versi 4.7.4, versi Debian belum menyertakan versi 4.8 (Calligra). KOffice sendiri terdiri dari beberapa aplikasi, yaitu:

  1. KWord – pengolah kata
  2. KSpread – pengolah angka (Spreadsheet)
  3. KPresenter – pengolah presentasi
  4. Karbon14 – pengolah gambar vektor

Konsep yang diusung sekilas mirip konsep MS Office 2007, bedanya adalah KOffice memasang toolbar di sebelah kanan/kiri dokumen. Menu didalam aplikasi tidak banyak dan ditata dengan bagus. Anda akan sangat terkesan (seperti saya) pada saat pertama kali membuka dan menjalankan KOffice. KOffice sendiri menggunakan format file ODF untuk menyimpan file, jadi mirip dengan OpenOffice/LibreOffice.

Berikut ini gambar tampilan KOffice:

Hanya saja, ada beberapa hal yang menjadi catatan saya,antara lain:

  1. Tampilan memang menarik, tapi beberapa fungsi yang saya butuhkan tidak ada. Misalnya komponen field content pada KSpread, ini menyulitkan saya melihat formula pada satu cell.
  2. Tidak semua fungsi yang ada di LibreOffice ada di KOffice.
  3. File ODF LibreOffice/OpenOffice kacau tampilannya saat dibuka di KOffice. Diagram, bullet, gambar hilang. Ini menyulitkan kalau kita sudah mempunyai banyak dokumen didalam LibreOffice.
  4. File SVG Inkscape kacau tampilannya saat dibuka di Karbon14.
  5. KPresenter tidak mengenali animasi yang ada di file ODP yang saya miliki.

Rupa-rupanya ada ketidakcocokan file ODF LibreOffice dengan KOffice. Tapi bagaimana dengan GOffice (Gnome Office)? GOffice terdiri dari 2 aplikasi utama yaitu Abiword (pengolah kata) dan Gnumeric (pengolah angka). Secara tampilan saya lebih memilih KOffice, tapi secara performa dan efektivitas, saya tidak memilih keduanya tapi memilih LibreOffice. Di beberapa review di internet, Calligra (KOffice 4.8) sudah mengalami beberapa peningkatan, termasuk di penanganan file MS Office 2007.
Pilihan ada di tangan anda, tapi saya menyarankan anda tetap menggunakan LibreOffice. Saya malah berharap LibreOffice bisa memiliki tampilan seperti KOffice, tapi kapan ya bisa begitu..?

  1. wawan
    December 4, 2013 at 2:22 pm

    Sependapat dengan anda, Calligra dari konsep tampilan saya suka malah lebih mudah dari pada MS Office 2007, tapi dari segi fitur saya lebih milih Libreoffice.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: