Home > Linux Experience, Ubuntu > Pengalaman Dengan Xubuntu 11.04 – XFCE 4.8

Pengalaman Dengan Xubuntu 11.04 – XFCE 4.8

Saya sudah pernah menggunakan Xubuntu 10.04 yang terinstall XFCE 4.6, dan percayalah bahwa rasanya begitu berbeda. Di Xubuntu 10.04, anda tidak bisa langsung membuka partisi yang tidak terdaftar di /etc/fstab. Anda harus menggunakan program yang bernama “gigolo” (haloooo??? gigolo??).

Di Xubuntu 11.04, tampilan aslinya tidak seperti Xubuntu 10.04 yang mirip dengan Ubuntu. Xubuntu 11.04 mempunyai panel bawah yang besar, autohide, dan transparan. Sepertinya mereka ingin meniru AWN atau Docky. Tapi karena daftar window ada di panel atas, ini malah menyulitkan saya yang terbiasa dengan daftar window yang di panel bawah.

XFCE 4.8 benar-benar ringan, sangat terasa perbedaannya bila dibandingkan dengan Gnome 2. Hanya saja masih kalah ringan dengan LXDE. Sebagai bandingan, pada waktu booting dengan USB pada PC AMD Sempron RAM 512 MB, LXDE lebih cepat ditampilkan daripada XFCE. Tapi bila anda menyukai tampilan ringan menggunakan GTK dan Gnome, XFCE bisa menjadi pilihan anda.

Xubuntu 11.04 sudah di-custom, saya nyaris tidak bisa melakukan penambahan pengaturan seperti yang biasanya saya lakukan di Gnome. Hanya saja saya tidak menyukai beberapa aplikasi bawaan Xubuntu 11.04 (gigolo??). Oh ya, tampilan menu aplikasi berbeda dengan menu bawaan XFCE. Xubuntu 11.04 mengemasnya menjadi lebih rapi. Mousepad beberapa kali error, tidak merespon saat saya menekan icon close maupun mengakses menu File – Quit! Saya tidak tahu apakah dari XFCE atau memang Mousepad sedang melakukan sesuatu di balik layar??

Thunar sudah bekerja dengan sangat baik. Daftar partisi yang tidak masuk ke /etc/fstab maupun yang ada /etc/fstab tapi mempunyai option “users” bisa ditampilkan. Ini memudahkan saya untuk mount partisi maupun flashdisk. (di XFCE 4.6 – Xubuntu 10.04 – daftar ini tidak muncul, solusinya gunakan “gigolo” :D)

Sound applet – mixer, tidak otomatis menampilkan sound hardware, saya harus memilih dan menambahkan kontrol seperti PCM dan master. Aplikasi screenshoot OK, ringan dan praktis. Ristretto tidak bisa otomatis membuka gambar lain yang ada di folder yang sama (tidak tahu kenapa) karena tombol Next dan Previous ter-disable.

Nah, itu pengalaman dengan Xubuntu, sekarang mari berbicara tentang apa yang sudah saya lakukan ke distro ini:

1. Saya putuskan membuang aplikasi dan service yang tidak terpakai (service yang ada benar2 minimal, tidak banyak yang bisa dibuang, saya hanya membuang bluetooth dan zeitgeist). Buang juga applet yang tidak terpakai macam weather. Saya juga tidak membutuhkan aplikasi “accessibility” seperti onboard.

sudo apt-get remove --purge onboard simple-scan software-center update-manager update-notifier vinagre zenity aisleriot gnome-games-common gnome-mahjongg gnome-sudoku gnomine quadrapassel gimp gimp-data sane-utils espeak espeak-data gmusicbrowser speech-dispatcher xchat xchat-common obex-data-server catfish gigolo xfburn xfce4-dict xfce4-mailwatch-plugin xfce4-weather-plugin bluez bluez-alsa bluez-cups gnome-accessibility-themes libbluetooth3 update-notifier-common zeitgeist* gnumeric* abiword* thunderbird*

2. Saya menginstalasi tomboy (XFCE notes terlalu simpel), audacious (playlistnya lebih baik daripada gmusicbrowser), chrome, dan update Firefox dan Thunderbird menggunakan PPA.

3. Untuk format flashdisk, anda tidak bisa menggunakan cara Ubuntu (Klik kanan drive dan Format), terpaksa saya harus menggunakan gparted (ada usul cara lebih baik?) daripada tiap kali harus menggunakan terminal.

4. Jangan menginstalasi applet xfapplet. Bila anda berharap bisa meng-instalasi gnomenu ataupun mintmenu ataupun gnome-main-menu, sebaiknya lupakan saja. Xubuntu 11.04 tidak menyertakan library gnome. Benar-benar “pain in the ass” saat mencoba mengusahakan supaya menu-menu Gnome itu berjalan di XFCE. Tidak sebanding dengan tampilan dan kecepatan aksesnya.

5. Coba cek apakah paket libreoffice-gnome sudah terinstall atau tidak. Bila belum, install saja. Ini akan memberikan tampilan lebih baik ke Libreoffice.

6. Bila anda kangen dengan menu Places bawaan Gnome, anda bisa menginstalasi applet xfce4-places-plugin.

Berikut ini screenshoot dari Xubuntu 11.04 yang sudah saya custom menjadi UbEx.11.04.Xubuntu:

UbEx.11.04.Xubuntu

Bisa anda bandingkan dengan Xubuntu 11.04 asli.

Categories: Linux Experience, Ubuntu Tags: ,
  1. April 3, 2012 at 4:41 am

    sama aku gak suka gigolo. Apa gak ada nama lainnya apa.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: