Home > Linux Experience > Pengaturan Memori di Linux

Pengaturan Memori di Linux

Pengaturan memori RAM di Linux berbeda dengan Windows. Bila anda mengamati, anda akan merasa bahwa Linux sepertinya lebih boros memori bila dibandingkan dengan Windows, terutama bila anda membandingkan besarnya free-memory Windows dan Linux. Tapi yang terjadi sebenarnya tidaklah demikian, manajemen memori di Linux memang berbeda.

Saya tidak ahli untuk menjelaskan ini, tapi saya akan coba menjelaskan dengan bahasa yang sederhana.🙂

Pemakaian memori di Linux sendiri ada 4 macam:

  • Used-RAM – RAM yang terpakai.
  • Cached-RAM – RAM yang dipakai sebagai tempat simpan sementara untuk aplikasi kalau-kalau dieksekusi kembali.
  • Free-RAM – RAM yang tidak terpakai.
  • Swap – memori tambahan menggunakan harddisk.

Used-RAM

Untuk Used-RAM, saya rasa anda cukup paham, karena konsep ini sama dengan banyak sistem operasi lain. Pada saat aplikasi dijalankan, aplikasi akan “menghuni” sejumlah bytes di RAM, dan bila aplikasi memerlukan tambahan memori untuk proses, RAM yang terpakai disebut sebagai Used-RAM.

Cached-RAM

Lalu berikutnya adalah Cached-RAM atau Cached-Memory. Pada pemakaian normal, biasanya Cached-Memory akan memakan sekitar 65%-70% dari RAM.

Nah, apa sih Cached-Memory? Pada saat aplikasi Linux dieksekusi, kernel akan membaca file dan memasukkannya di RAM. Pada waktu aplikasi selesai dieksekusi, sebagian file masih akan disimpan di RAM, dalam bentuk cache-memory. Sehingga bila aplikasi dipanggil kembali, maka kernel tidak perlu mengakses dari harddisk, tapi cukup membuka dari RAM. Otomatis kecepatan akses menjadi lebih tinggi.

Free-RAM

Untuk Free-RAM, ini artinya RAM yang tidak terpakai sama sekali. Di beberapa forum, orang menyebut Free-RAM sebagai RAM yang mubazir. Saya rasa betul juga, karena bila anda mempunyai RAM dalam jumlah besar, dan yang terpakai baru 25%, sebenarnya sisanya memang mubazir. Kecuali kita bisa memindahkan sebagian isi harddisk ke RAM. (wah, saya jadi punya ide gila lagi. Tunggu saja artikelnya.😀 )

Untuk menggunakan RAM sebagai partisi, anda bisa menggunakan tipe partisi tmpfs. Artikel bisa dibaca disini.

Swap

Untuk swap, ini adalah memori tambahan kalau-kalau RAM kurang. Biasanya besarnya sama dengan RAM. Bila anda menggunakan RAM dengan kapasitas besar, maka swap tidak perlu besar, bahkan ditiadakan pun juga tidak apa-apa.
Di Linux, kita bisa menggunakan swap dalam bentuk partisi, maupun file. Ini berbeda dengan Windows yang hanya menggunakan virtual memori dalam bentuk file.

Nah kenapa lebih baik menggunakan partisi dan bukan file saja? Bila anda menggunakan partisi, maka alokasi ruang untuk swap akan tetap dan terurut, ini memudahkan jarum harddisk saat membaca dan menulis swap. Lagipula kernel tidak perlu melewati aturan-aturan di sistem untuk membaca dan menulis swap.
Bila anda menggunakan file swap. Alokasi ruang di harddisk mungkin tidak akan terurut, sehingga bila kernel membaca atau menulis swap, jarum harddisk harus meloncat kesana kemari. Secara umum, swap menggunakan partisi akan lebih cepat daripada swap menggunakan file.

  1. January 4, 2012 at 4:54 pm

    baru ngeh kayaknya.. hehe..
    Thanks yaa…

  2. May 1, 2012 at 9:45 am

    Selamat sore pak Ferry Kristianto…
    Kenalan dulu pak, saya orang yang suka posting di kompasiana dengan ID : http://www.kompasiana.com/yuniia

    Melihat konsep yang bapak tulis di atas, saya paham ternyata konsep RAM di Linux itu sama sperti konsep” pada Browser dan Windows ya pak..
    Dia punya chace memory sendiri sebagai penyimpanan temporary files.
    Efeknya bisa menghemat waku ketika mengakses website yang pernah dibuka..
    Maaf klo sok tau pak..

    Ngomong-ngomong saya punya blog juga pak, ditunggu ya kunjungan pak ferry di http://gootekno.wordpress.com/..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: