Home > Hack, Tips n Trick > TMPFS dan RAMFS

TMPFS dan RAMFS

Ini mungkin ide gila, tapi sangat mungkin diterapkan dan sudah diterapkan. So stay tune and get “crazy” with me.🙂
Sebagaimana kita tahu (kalau belum tahu, saya beri tahu), Linux mengenal tipe filesystem tmpfs dan ramfs. Kedua filesystem ini menggunakan RAM sebagai media simpannya. Ya betul RAM, Random Access Memori atau memori fisik, bukan partisi harddisk. Nah, karena menggunakan RAM, otomatis kecepatannya sangat berbeda.
Sebagai gambaran, saat saya menggunakan perintah dd untuk membuat file berukuran 128 MB, saya mendapatkan write rate yang sangat tinggi:

ferry@ferry-laptop:/tmp$ dd if=/dev/zero of=swapfile bs=1024 count=131072
131072+0 records in
131072+0 records out
134217728 bytes (134 MB) copied, 0.34789 s, 386 MB/s

Sedangkan saat membuat file 128 MB di harddisk (SATA), saya mendapatkan write rate yang jauh lebih kecil.

ferry@ferry-laptop:/media/data$ dd if=/dev/zero of=swapfile bs=1024 count=131072
131072+0 records in
131072+0 records out
134217728 bytes (134 MB) copied, 2.33603 s, 57.5 MB/s

Nah, kembali lagi ke masalah tmpfs dan ramfs, kedua filesystem ini bisa digunakan untuk media simpan sementara. Sementara artinya begitu komputer mati, otomatis data hilang. Jadi pastikan, anda tidak menyimpan file penting disini.

Perbedaannya adalah sebagai berikut:

  • ramfs akan bertambah secara dinamis, jadi semua proses yang menggunakan filesystem ini tidak boleh melebihi jumlah RAM yang tersedia. Bila lebih maka sistem akan hang. Misal, bila anda membuat partisi ramfs sebesar 1 GB dari jumlah RAM 2GB, maka saat data melebih 1 GB, anda masih dapat menulisinya. Sistem tidak akan memberikan peringatan karena sudah melebihi kapasitas, dan begitu melebihi jumlah RAM (2 GB) sistem akan hang.
  • ramfs tidak menggunakan swap.
  • tmpfs tidak akan bertambah secara dinamis, dan tidak akan melebihi kapasitas yang sudah ditentukan. Bila melebihi, maka sistem akan memberikan peringatan “No space left on device”.
  • tmpfs menggunakan swap.

Nah, sekarang bagaimana cara menggunakan ramfs dan tmpfs?

  • untuk tmpfs:

mount -t tmpfs -o size=20m tmpfs /mnt/tmp

  • untuk ramfs

mount -t ramfs -o size=20m tmpfs /mnt/tmp

Perintah diatas akan membuat “partisi” di RAM sebesar 20 m. Bila anda menggunakan ramfs dan data melebihi 20 MB, ramfs akan tetap menulisi partisi itu (melampui kapasitas).

Lalu kegunaan praktisnya apa sih?
Banyak, sebagai contoh, bila anda mempunyai RAM dengan kapasitas besar (lebih dari 2 GB), anda bisa memasukkan partisi /tmp ke tmpfs atau ramfs. Sehingga semua proses yang mengakses partisi tmpfs akan berjalan dengan sangat cepat, misalnya editing grafis. Atau bisa anda gunakan untuk cache browser atau sistem.
Contoh:
Saya menggunakan tmpfs untuk menangani thumbnail gambar.
1. Saya perlu mount tmpfs sebagai partisi /tmp, /var/tmp dan /tmp/thumbnails. Pengaturan di /etc/fstab sebagai berikut:
tmpfs /tmp tmpfs noexec,defaults,noatime 0 0
tmpfs /var/tmp tmpfs noexec,defaults,noatime 0 0
tmpfs /tmp/thumbnails tmpfs noexec,defaults,noatime 0 0

2. Restart PC anda, cek dengan perintah mount apakah baris diatas sudah dimount
3. Hapus folder .thumbnails yang ada di home folder
rm -R .thumbnails
3. Buat Symbolic Link
ln -s /tmp/thumbnails .thumbnails

Nah, sekarang coba rasakan sendiri kecepatan baca tulis thumbnails saat anda mengakses kumpulan foto. Yang pasti anda tidak akan memboroskan space harddisk untuk menyimpan thumbnail gambar.

Gila? Saya menyebutnya kreatif. Wkwkwkwkwkwkwk..😀

Categories: Hack, Tips n Trick Tags: ,
  1. November 25, 2011 at 12:44 pm

    Hai, salam kenal.
    Hmmm trik yang sangat bagus. jadi serasa punya SSD😀

  2. October 14, 2012 at 12:48 am

    Kang, saya mengumpulkan ide-ide untuk Linux pada masa depan. Ide ini masuk. Saya ndak pernah mikir akan membuat filesystem di ram. Pasti cepet banget. Tapi kenapa ndak ada skrinsot di sini?

    Akang bisa main ke http://linuxdreambox.wordpress.com.

    • betweenmeandlinux
      October 18, 2012 at 2:18 am

      Ya karena memang tdk ada screenshot. Perintah2nya kan dari terminal semua.
      Tmpfs sepertinya luar biasa,tp kenyataannya membuat tmpfs menjadi filesystem utama akan terlihat konyol,kecuali anda gunakan di livecd.
      Klo gak salah DSL linux sudah menyediakan opsi copy ke ram pada waktu booting.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: