Home > Migrasi, Open Source > LibreOffice vs OpenOffice

LibreOffice vs OpenOffice

Karena sekarang ada LibreOffice dan OpenOffice, sebagian besar pengguna (paling tidak sysadmin) jadi harus memutuskan apakah akan berpindah ke LibreOffice atau tidak. Buat saya, LibreOffice lebih menjanjikan karena update bug yang lebih cepat.

Berikut ini artikel yang saya copas dari http://www.detikinet.com/read/2010/12/15/154911/1525546/398/libreoffice-lebih-baik-dari-openofficeorg

Jakarta – Salah satu berita besar dalam dunia open source tahun 2010 ini adalah berpisahnya developer OpenOffice.org dari bos besar mereka, Oracle, dan membentuk kelompok sendiri dengan nama The Document Foundation (TDF).

Ketika mengumumkan eksistensi dirinya ke publik, TDF telah didukung oleh berbagai pihak seperti Google, Canonical, Free Software Foundation, Open Source Initiative, Novell, Red Hat dan masih banyak lagi.

Dengan pemisahan diri dari Oracle, TDF membuat office suite sendiri dengan nama LibreOffice. Awalnya TDF berencana menggunakan nama OpenOffice.org jika diizinkan. Sayangnya Oracle menolak ajakan bergabung dalam TDF dan termasuk menolak memberikan nama OpenOffice untuk digunakan.

Banyak distro Linux yang siap mengganti OpenOffice dengan LibreOffice dalam paket instalasi standar. Salah satunya adalah distro sejuta umat, Ubuntu, sebagaimana disampaikan oleh Mark Shuttleworth.

Kehadiran LibreOffice yang dibawa TDF memang berada di momen yang tepat. LibreOffice hadir di saat dunia open source sedang marah menghadapi Oracle yang memperlakukan Java dengan ‘semena-mena.’ Pertanyaannya adalah apakah LibreOffice memang layak dipertimbangkan kehadirannya?

Menurut salah seorang developer, Italo Vignoli, LibreOffice ke depan akan dikembangkan dengan memperhatikan beberapa poin utama.

  1. Source code rewrite setiap modul dalam LibreOffice mengingat source code berasal dari StarOffice yang merupakan source code lama.
  2. Mengurangi ketergantungan LibreOffice pada Java.
  3. Improvisasi layout fidelity pada Writer dan slideshow fidelity pada Impress. Dan yang terakhir adalah
  4. Konversi format dari office suite lain yang lebih baik.

Salah satu nilai lebih dalam LibreOffice adalah ia tidak memiliki hubungan dengan Oracle. Banyak fans open source yang akhirnya menjadikan Oracle sebagai musuh bersama karena ulahnya belakangan ini terhadap proyek-proyek open source milik Sun Microsystems yang telah dibelinya.

Di sisi lain kekhawatiran akan hadirnya Mono, proyek yang didanai Novell, ke dalam LibreOffice juga cukup besar. Hal ini terlihat dari hadirnya Michael Meeks dalam TDF yang seorang karyawan Novell dan salah seorang developer dalam Go-OO–office suite karya sekelompok developer yang merasa tidak sabar dengan progres OpenOffice.org di bawah kendali Sun Microsystems.

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, nampaknya LibreOffice memiliki alur yang jelas dibanding OpenOffice.org ke depan. Saat ini versi Release Candidate 1 LibreOffice dapat diunduh secara gratis untuk Windows, Linux maupun Mac OS X.

OpenOffice.org atau LibreOffice? Pilihan ada di tangan anda.

  1. no name
    December 14, 2011 at 5:36 am

    kalo saya pastpilih libreoffice lah..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: