Home > Linux Experience > Between me and Linux?

Between me and Linux?

Tidak terasa sudah 3 tahun lebih menggunakan sistem operasi (operating System/OS) berlogo pinguin ini. Ah.. jadi ingat pertama kali berkenalan dengan OS ini. Tahun 2002, pertengahan tahun kalau tidak salah ingat. Seorang teman mengajak untuk mengikuti seminar di hotel Graha Santika Semarang. Kebetulan waktu itu saya memang sedang mencari sertifikat seminar sebagai syarat mengikuti mata kuliah seminar (kalau tidak salah ingat lhoo..)

Tidak ada maksud khusus, apalagi rasa ingin tahu. Lha wong saya saja tidak tahu judul seminarnya apa. Pokoknya ikut aja.

Infolinux pertamaku

Infolinux pertamaku

Singkat cerita, di seminar saya mendapatkan majalah Infolinux + 2 buah CD Mandrake 8.0 (CD nya sekarang juga sudah hilang entah kemana). Saya pikir lumayan juga seminarnya, sudah dapat modul, majalah, dapat 2 CD pula.

Waktu itu di sela-sela liburan, saya mencoba CD Mandrake ini. Jadi geli kalau ingat spesifikasi komputer saya waktu itu. Pentium Celeron 500 MHz, RAM 64 MB, HD 5,1 GB. Apalagi kalau dibandingkan komputer sekarang.

Instalasi berjalan lancar, dan cukup mengagumkan karena GUI installernya berbeda dengan Microsoft Windows. Apalagi saat sudah masuk ke desktop KDE. Wah… Saya benar-benar kagum karena baru pertama kali melihat OS dengan fasilitas yang lengkap. Boleh juga nih..

Sayangnya kesenangan mencoba OS ini tidak lama, karena saya tidak tahu bagaimana menginstalasi aplikasi baru. Saya tidak tahu perintah-perintah di console yang bisa digunakan. Membuat sebuah folder saja saya tidak tahu perintahnya. Linux benar-benar merupakan sesuatu yang sangat asing.Microsoft Windows masih tetap menarik karena saya bisa bermain game.

Tahun 2002 awal saya mulai bekerja, dan saya benar-benar menikmati menggunakan Microsoft Windows 2000 Advanced Server, Microsoft SQL Server, dan Cisco Router. Waktu itu, buat saya tiga sistem itu adalah yang terhebat. Mudah konfigurasinya dan perawatannya. Saya diberi tanggung jawab atas empat buah server IBM yang harga satu buahnya adalah 25 juta. Benar-benar mainan termahal buat saya. Apalagi dengan kesempatan mempelajari konsep terminal service. domain kontroler, dan jaringan secara mendalam.

Di awal tahun 2004, saya tertarik lagi dengan Linux. Sebagai administrator jaringan dan programmer saat itu, saya cukup dipusingkan dengan virus-virus yang bermunculan di jaringan kantor. Yang cukup terkenal saat itu adalah Worm.Beagle.

Lalu muncullah ide untuk mempelajari Linux. Saya meminta pemimpin perusahaan untuk sebuah komputer yang akan saya gunakan sebagai riset. Sayangnya ditolak.

Dengan tidak menyerah, saya berusaha mencari sendiri CD linux. Dan ditemukanlah sebuah situs penjual CD linux, yaitu http://www.gudanglinux.com. Sudah ratusan ribu saya habiskan untuk membeli CD-CD linux yang saat itu cukup mahal, 1 CD seharga 25rb, belum termasuk ongkos kirim.

Suse 9.1 pertamaku

Suse 9.1 pertamaku

Lalu saya berkenalan dengan Suse 9.1 personal. Wah keren juga nih.. Suse 9.1 sempat menghiasi desktop saya selama kurang lebih 6 bulan. Lalu digantikan oleh Suse Profesional 9.2 karena CD instalasi yang cukup banyak. Walau saat itu yang saya butuhkan hanyalah untuk menonton VCD. Hahahaha…

Perusahaan lalu saya tinggalkan dan bergabunglah saya dengan Sekolah Kristen Tri Tunggal di bulan April 2005. Saya mengusung ide baru tentang konsep Open Source dan Linux. Saat itu direspon sangat baik, dan pada awal tahun ajaran 2005/2006 Laboratorium I komputer bermigrasi ke Linux. Spesifikasi saat itu adalah Celeron 1,7Ghz RAM 128Mb HD 20Gb.

Fedora Core pertamaku

Fedora Core pertamaku

Distro yang digunakan adalah Fedora Core 2. Karena lambat, kami ubah ke Ubuntu 5.04. Semua user mengeluh karena lambat sekali, akhirnya kami ubah ke Redhat 6.0. Saya sangat terkesan dengan Redhat 6. Konsep yang ditawarkan benar-benar simple dan bersih. Karena Redhat, saya mengganti total OS di rumah dengan Linux.

Sekalipun begitu, Redhat masihlah sangat lambat. Setelah mencari-cari, saya mendapatkan sebuah distro yang ringan, yaitu Vector Linux. Segera kami mengganti Redhat dengan Vector Linux. Semua orang senang karena ringan dan lebih menarik dari Microsoft Windows. Pembelajaran pun lancar.

Yah… begitulah antara saya dan Linux. Sebuah kenangan yang mengesankan sekali.

Categories: Linux Experience Tags:
  1. kagamine ryuki
    May 19, 2012 at 9:25 am

    jadi sekolah tri tunggal dulu pertama kali pake fedora….
    berarti angkatan ku waktu pertama kali masuk lab 1 kok pakai KDE Desktop Environment ya ?

  2. betweenmeandlinux
    May 22, 2012 at 4:36 am

    Ini siapa yaaa???

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: