VMWare Player vs VirtualBox, mana yang lebih baik?
Kali ini saya akan membahas tentang VMWare dan Virtualbox. Kedua software ini digunakan untuk virtualisasi. Saya tidak akan membahas dari sisi teknisnya, anda bisa googling dan mendapatkan banyak website yang membahas tentang cara instalas dan kelebihan-kekurangan kedua software ini.
Saat ini saya akan berbagi pengalaman menggunakan kedua software ini. Saya mencoba tes ini pada laptop saya, Dual Core 2,16 GHz, RAM 2 GB DDR2. OS client menggunakan Windows XP, RAM 384 MB. Baik vmware maupun virtualbox memberikan pengaturan grafis untuk menggunakan fasilitas 3D.
A. Virtualbox

Kelebihan:
- instalasi ke sistem cepat, instalasi OS Client juga cepat.
- mudah digunakan, menyediakan pengaturan-pengaturan lebih lanjut.
- opensource.
- Secara keseluruhan cepat, OS client (windows XP) mendekati kecepatan asli-nya.
Kekurangan:
- Tidak bisa mengakses perangkat yang membutuhkan koneksi USB dengan sempurna (misal aplikasi Desktop Manager Blackberry tidak bisa digunakan untuk membackup data)
- Beberapa game yang fullscreen tidak berjalan. (Saya mencoba AgeOfEmpires)
B. VMWare

Kelebihan:
- Mudah digunakan, pengaturan simpel sekali
- Fitur unity-nya luar biasa! Berbeda dengan fitur “Seamless Mode”-nya virtualbox. Bila di virtualbox taskbar windows masih ada, di vmware player mengintegrasikan aplikasi windows juga sekalian ke taskbar gnome.
- Game yang fullscreen lancar walau agak lambat. Game AOE bisa berjalan, tapi respon cursor sangat lambat.
Kekurangan:
- Berat, dan lebih lambat dari virtualbox. Respon grafis-nya juga terasa tersendat.
- Terlalu simpel, sulit menemukan pengaturan yang lebih.
- Tidak opensource, komunitas Linux sangat tergantung ke vmware. Ini membuat bug yang muncul tidak bisa dengan cepat ditangani.
Yang menjadi catatan saya adalah virtualbox entah kenapa lebih cepat daripada vmware. Saya mencoba menjalankan query SQL yang memproses data 17000 record, dan virtualbox benar-benar memberikan kecepatan seperti OS aslinya. VMware tidak memberikan performa mengesankan untuk urusan itu. Selain itu fasilitas CLI di vmware juga kurang, bila anda menggunakan virtualbox, anda bisa menggunakan perintah VBoxSDL untuk menjalankan OS client tapi tanpa embel-embel menu bar dan statusbar.
Saya belum mencoba apakah koneksi USB bisa dikenali dengan baik di vmware, tapi sepertinya lebih menjanjikan daripada virtualbox. Mungkin bila hardware saya mendukung virtualisasi, vmware player bisa memberikan performa lebih baik daripada saat tes ini dilakukan.
Kesimpulan, bila membahas VMWare Player VS Virtualbox, secara pribadi, saya memilih menggunakan virtualbox. Tapi bagaimanapun juga itu terserah anda.
Saya masih akan mencoba qemu (walau sepertinya percuma, karena virtualbox jelas lebih baik dari qemu);
UPDATE 27 Februari 2012
Saya mencoba game 3D (judulnya balistic) di virtualbox dan vmware. Dan yang sukses menjalankan game 3D tersebut hanya virtualbox. Mungkin karena VGA saya hanya Intel VGA. Saya belum mencoba di VGA yang memang support 3D.
Tapi dari rata-rata pengguna umum, sepertinya Virtualbox lebih memberikan pilihan daripada VMWare.
QEMU menyediakan fasilitas banyak untuk customisasi, tapi lupakan saja bila anda tidak terlalu berminat untuk oprek VM (seperti saya -_-).
Aku vote untuk VirtualBox ajalah ^^
sama ama nyang atas!
ane vote virtualbox
Thankss bang