Konfigurasi ubuntu untuk multi network card
Biasanya Ubuntu akan mengkonfigurasikan network card secara otomatis. tapi masalah akan muncul bila anda mempunyai banyak network card. Kadangkala Ubuntu mengubah urutan eth, misalnya seharusnya IP 192.168.0.1 adalah milik eth0 tapi kadang bisa berubah menjadi eth1.
Nah salah satu cara untuk mengatasi itu adalah dengan memasukkan konfigurasi di file /etc/iftab. Ubuntu tidak mempunyai file ini, sebagai gantinya konfigurasi disimpan di file /etc/udev/rules.d/70-persistent-net.rules.
Trick ini juga berguna bila anda harus instalasi ulang server dan tidak ingin mengganti konfigurasi dan letak network card.
Berikut ini contoh file /etc/udev/rules.d/70-persistent-net.rules milik saya: (ada 6 network card)
# This file maintains persistent names for network interfaces.
# See udev(7) for syntax.
#
# Entries are automatically added by the 75-persistent-net-generator.rules
# file; however you are also free to add your own entries.
# PCI device 0×1039:0×0900 (sis900)
SUBSYSTEM=="net", DRIVERS=="?*", ATTRS{address}=="00:16:ec:0c:c0:95", NAME="eth0"
# PCI device 0×1186:0×1300 (8139too)
SUBSYSTEM=="net", DRIVERS=="?*", ATTRS{address}=="00:05:5d:31:33:5f", NAME="eth1"
# PCI device 0×1186:0×1300 (8139too)
SUBSYSTEM=="net", DRIVERS=="?*", ATTRS{address}=="00:11:95:5e:b5:0b", NAME="eth2"
# PCI device 0×1106:0×3106 (via-rhine)
SUBSYSTEM=="net", DRIVERS=="?*", ATTRS{address}=="00:0c:42:07:3b:00", NAME="eth3"
# PCI device 0×1106:0×3106 (via-rhine)
SUBSYSTEM=="net", DRIVERS=="?*", ATTRS{address}=="00:0c:42:07:3b:01", NAME="eth4"
# PCI device 0×1106:0×3106 (via-rhine)
SUBSYSTEM=="net", DRIVERS=="?*", ATTRS{address}=="00:0c:42:07:3b:02", NAME="eth5"
# PCI device 0×1106:0×3106 (via-rhine)
SUBSYSTEM=="net", DRIVERS=="?*", ATTRS{address}=="00:0c:42:07:3b:03", NAME="eth6"
Yahoo Messenger Server List
Setelah macet berkali-kali dengan pidgin dan YM, akhirnya terpaksa googling mencari penyebab kenapa pidgin dan YM tidak bisa konek. Masalahnya ternyata karena Yahoo mengupgrade server-server mereka sehingga YM versi 8.0 kebawah tidak bisa lagi konek. Ini menyebabkan protokol di pidgin jadi tidak mau konek. Nah berikut ini daftar server Yahoo messenger. Bila terasa tidak stabil, monggo pages server nya di pidgin diganti dengan salah satu dari server ini:
Meningkatkan kemampuan VirtualBox
disarikan dari http://matt.bottrell.com.au/archives/265-Improving-VirtualBox-performance.html dan http://vbox.innotek.de/pipermail/vbox-users/2008-September/003973.html
Virtualbox adalah aplikasi virtualisasi yang mampu menjalankan OS didalam OS. Bisa didownload di http://www.virtualbox.org
Saya tidak akan membahas cara instalasi guest OS ataupun cara instalasi di Linux, tapi akan membahas cara meningkatkan kemampuan VirtualBox dan mendapatkan performa maksimal dari VirtualBox.
SMART HAIER C 700 Smart phone & modem on Ubuntu
Ini diambil dari http://bengkelinux.wordpress.com/2009/10/10/c-700-smart-phone-modem-on-slackware/ yang disarikan ulang untuk Ubuntu (pada prinsipnya sama sih, hanya beda perintah instalasi paket wvdial
Smart kembali mengenalkan hape modem termurah yaitu haier c700 dan zte c261 sedikit lebih mahal dari seri hp modem pertama haier D1200p, hp ini di banderol dengan harga 399 ribu. Mungkin karena fiturnya yg makin lengkap seperti mp3 player, speakerphone, dan opera mini (lebih baik dari pada opera mini j2me dan dibawah opera mini Symbian). Di situs resminya www.smart.co.id hp haier dan zte ini hanya compatible dengan windows dan macintosh saja ( driver modem ada di cd bawaan). Karena komputer hanya terinstall 3 OS yang semuanya adalah Linux dengan varian: Xandros OCE, Slackware 12.1, Debian. Maka harus mengerahkan kesabaran untuk mencoba-coba dan banyak hunting informasi. Beberapa informasi yang didapat dari internet mengenai setting C700, D1200p dan modem cdma lainnya:
Menggunakan OpenWrt ke Senao EOC5610
upgrade firmware Senao EOC5610Kantor akhirnya mengabulkan untuk pembelian perangkat wireless baru Senao EOC5610. Mulanya sih mau menggunakan dd-wrt. Tapi aduh… ternyata firmware satu ini gratisnya cuman untuk perangkat2 semacam Linksys, tapi kalo untuk Senao? Bayar bung!!
Terpaksa harus putar otak, coba upgrade firmware via web interfacenya malah routernya gak bisa diakses! Ini kok macet… Sampai pusing dan stress… Lha gimana lagi, ini punya kantor. Kalo rusak ya ikut ganti, mana gak murah lagi.
Senao EOC5610 menggunakan bootloader yang dinamakan redboot. Ini sedikit rumit dan perlu trik karena begitu router gagal loading firmwarenya, router tidak bisa diakses. Jadi sebelum router loading firmwarenya, kita cegat dulu di bootloadernya. (macam penjahat aja ya?, pakai dicegat segala..)
Browse kesana kemari akhirnya ketemu juga tutorialnya, tapi rumit. Akhirnya setelah mencoba, aku kompilasi lagi tutorialnya menjadi seperti ini:
Between me and Linux?
Tidak terasa sudah 3 tahun lebih menggunakan sistem operasi (operating System/OS) berlogo pinguin ini. Ah.. jadi ingat pertama kali berkenalan dengan OS ini. Tahun 2002, pertengahan tahun kalau tidak salah ingat. Seorang teman mengajak untuk mengikuti seminar di hotel Graha Santika Semarang. Kebetulan waktu itu saya memang sedang mencari sertifikat seminar sebagai syarat mengikuti mata kuliah seminar (kalau tidak salah ingat lhoo..)
Tidak ada maksud khusus, apalagi rasa ingin tahu. Lha wong saya saja tidak tahu judul seminarnya apa. Pokoknya ikut aja.

Infolinux pertamaku
Singkat cerita, di seminar saya mendapatkan majalah Infolinux + 2 buah CD Mandrake 8.0 (CD nya sekarang juga sudah hilang entah kemana). Saya pikir lumayan juga seminarnya, sudah dapat modul, majalah, dapat 2 CD pula.
Waktu itu di sela-sela liburan, saya mencoba CD Mandrake ini. Jadi geli kalau ingat spesifikasi komputer saya waktu itu. Pentium Celeron 500 MHz, RAM 64 MB, HD 5,1 GB. Apalagi kalau dibandingkan komputer sekarang.
Instalasi berjalan lancar, dan cukup mengagumkan karena GUI installernya berbeda dengan Microsoft Windows. Apalagi saat sudah masuk ke desktop KDE. Wah… Saya benar-benar kagum karena baru pertama kali melihat OS dengan fasilitas yang lengkap. Boleh juga nih..
Sayangnya kesenangan mencoba OS ini tidak lama, karena saya tidak tahu bagaimana menginstalasi aplikasi baru. Saya tidak tahu perintah-perintah di console yang bisa digunakan. Membuat sebuah folder saja saya tidak tahu perintahnya. Linux benar-benar merupakan sesuatu yang sangat asing.Microsoft Windows masih tetap menarik karena saya bisa bermain game.
Tahun 2002 awal saya mulai bekerja, dan saya benar-benar menikmati menggunakan Microsoft Windows 2000 Advanced Server, Microsoft SQL Server, dan Cisco Router. Waktu itu, buat saya tiga sistem itu adalah yang terhebat. Mudah konfigurasinya dan perawatannya. Saya diberi tanggung jawab atas empat buah server IBM yang harga satu buahnya adalah 25 juta. Benar-benar mainan termahal buat saya. Apalagi dengan kesempatan mempelajari konsep terminal service. domain kontroler, dan jaringan secara mendalam.
Di awal tahun 2004, saya tertarik lagi dengan Linux. Sebagai administrator jaringan dan programmer saat itu, saya cukup dipusingkan dengan virus-virus yang bermunculan di jaringan kantor. Yang cukup terkenal saat itu adalah Worm.Beagle.
Lalu muncullah ide untuk mempelajari Linux. Saya meminta pemimpin perusahaan untuk sebuah komputer yang akan saya gunakan sebagai riset. Sayangnya ditolak.
Dengan tidak menyerah, saya berusaha mencari sendiri CD linux. Dan ditemukanlah sebuah situs penjual CD linux, yaitu www.gudanglinux.com. Sudah ratusan ribu saya habiskan untuk membeli CD-CD linux yang saat itu cukup mahal, 1 CD seharga 25rb, belum termasuk ongkos kirim.

Suse 9.1 pertamaku
Lalu saya berkenalan dengan Suse 9.1 personal. Wah keren juga nih.. Suse 9.1 sempat menghiasi desktop saya selama kurang lebih 6 bulan. Lalu digantikan oleh Suse Profesional 9.2 karena CD instalasi yang cukup banyak. Walau saat itu yang saya butuhkan hanyalah untuk menonton VCD. Hahahaha…
Perusahaan lalu saya tinggalkan dan bergabunglah saya dengan Sekolah Kristen Tri Tunggal di bulan April 2005. Saya mengusung ide baru tentang konsep Open Source dan Linux. Saat itu direspon sangat baik, dan pada awal tahun ajaran 2005/2006 Laboratorium I komputer bermigrasi ke Linux. Spesifikasi saat itu adalah Celeron 1,7Ghz RAM 128Mb HD 20Gb.

Fedora Core pertamaku
Distro yang digunakan adalah Fedora Core 2. Karena lambat, kami ubah ke Ubuntu 5.04. Semua user mengeluh karena lambat sekali, akhirnya kami ubah ke Redhat 6.0. Saya sangat terkesan dengan Redhat 6. Konsep yang ditawarkan benar-benar simple dan bersih. Karena Redhat, saya mengganti total OS di rumah dengan Linux.
Sekalipun begitu, Redhat masihlah sangat lambat. Setelah mencari-cari, saya mendapatkan sebuah distro yang ringan, yaitu Vector Linux. Segera kami mengganti Redhat dengan Vector Linux. Semua orang senang karena ringan dan lebih menarik dari Microsoft Windows. Pembelajaran pun lancar.
Yah… begitulah antara saya dan Linux. Sebuah kenangan yang mengesankan sekali.