Virtualbox OSE vs Oracle Virtualbox


Pada waktu anda akan menginstall virtualbox, biasanya anda akan disuguhi 2 macam virtualbox, versi OSE (Open Source Edition) dan versi Oracle. Sebenarnya tidak ada bedanya antara dua versi ini, hanya memang ada sejarahnya kenapa bisa menjadi berbeda.

Dari website virtualbox dijelaskan bahwa sebelum versi 4.0, memang ada dua macam versi, yaitu yang Open Source dan Close Source karena menggunakan komponen berbayar. Hanya saja saat ini komponen berbayar sudah dipisahkan dalam bentuk extension pack. Pembeda kedua adalah versi OSE biasanya anda dapatkan bila mendownload virtualbox dari repository, sedangkan versi Oracle akan anda dapatkan bila membuka website http://www.virtualbox.org.

Secara fungsi nyaris tidak ada bedanya, tapi bila anda menginstalasi versi repository, ada beberapa aplikasi tambahan yang berguna untuk manajemen virtualbox, misalnya cara mount file VDI virtualbox. Aplikasi-aplikasi ini tidak bisa anda dapatkan bila anda menggunakan versi Oracle.

WINE Multiuser


Beberapa waktu lalu saya sempat terpikir ide untuk membuat instalasi wine untuk komputer Lab karena ada beberapa software yang ingin saya tunjukkan ke siswa saya. Tapi karena wine terinstall di home tiap user (termasuk menu), ini berarti pemborosan ruang harddisk. Misalnya instalasi MS.Office membutuhkan 700 MB, berarti bila saya punya 4 user, saya akan memboroskan harddisk sebesar 2,8 GB. Lalu terpikirlah ide bagaimana membuat wine bisa berjalan untuk multiuser. Read more…

Majalah Digital UbEx Edisi 1


UbEx-1st_issue

Akhirnya, majalah digital UbEx berhasil diterbitkan..Setelah 2 tahun terdiam di dalam pojok harddisk saya.

Ehm, ehm.. Kenapa akhirnya saya keluarkan juga? Salah satu sebabnya karena majalah kesayangan saya, Infolinux, tidak terbit lagi. Sementara saya baru sanggup mengerjakan 8 halaman. Mungkin di edisi-edisi berikutnya, saya bisa memberikan lebih… Read more…

Hack WIFI Telkom untuk ramai-ramai


Di sekolah kami mendapatkan wifi Telkom dengan SSID IndiSchool@wifi.id. Yang perlu dianggap hack disini bukanlah membongkar perangkat Telkom, tapi bagaimana mengakali perangkat Telkom untuk digunakan beramai-ramai. Cara ini bisa juga digunakan untuk wifi hotel yang menggunakan voucher.

Saya masih ingat kata-kata pembicara di salah satu seminar wireless hacking beberapa tahun yang lalu: “Kalau bisa digratisin, kenapa bayar? Kalau bisa ramai-ramai, kenapa harus pakai sendiri?”

Di beberapa website mengajarkan cara generate username dan password, saya pribadi tidak setuju dengan cara ini. Pesan saya, jangan jadi pencuri, jadilah orang cerdas yang memanfaatkan celah.

Yang perlu anda tahu sebelum melakukan hacking adalah cara kerja/algoritma jaringannya. Hacking itu proses cerdas, bukan ngawur dan cuma copy-paste. Jadi saya disini akan mengajarkan ke anda bagaimana proses logikanya. Selamat menyimak. Read more…

Modifikasi squashfs Ubuntu


Baru-baru ini saya membaca posting lama di wiki ArchLinux yang berkait dengan posting di forum Gentoo/Ubuntu. Satu user disana memodifikasi Linux nya agar menggunakan squashfs. Filesystem squashfs sendiri biasanya digunakan di LiveCD Linux. Filesystem ini mengkompresi image dari suatu folder dengan menggunakan metode GZip.

Dari beberapa klaim, filesystem squashfs dinilai lebih efisien dalam pembacaan file daripada pembacaan file secara fisik ke harddisk. Read more…

Categories: Hack, Tips n Trick, Ubuntu Tags: , , ,

Kill The Fox!


antifirefox041

Akhir-akhir ini Firefox saya sering crash dan nyangkut di RAM. Walau sudah update ke versi terbaru, masih juga crash. Solusinya sebenarnya mudah, tinggal buka System Monitor dan klik End Process, atau lewat terminal dan menggunakan perintah kill. Read more…

Categories: Tips n Trick Tags:

Google Service IP Address


Siapa tahu anda butuh, dari halaman https://support.google.com/a/answer/1279090?hl=en, saya mendapatkan ip address dari Google Service. Perintah yang bisa dijalankan di terminal adalah

nslookup -q=TXT _netblocks.google.com 8.8.8.8

Berikut hasil dari perintah nslookup adalah ini:
216.239.32.0/19
64.233.160.0/19
66.249.80.0/20
72.14.192.0/18
209.85.128.0/17
66.102.0.0/20
74.125.0.0/16
64.18.0.0/20
207.126.144.0/20
173.194.0.0/16

Anda bisa menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kantor/lokasi dengan perintah firewall mikrotik maupun di iptables linux.

Categories: Networking, Tips n Trick
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.