Menggunakan Partisi Swap Linux Untuk Windows
Sama seperti Linux, Windows juga mengenal swap, hanya saja namanya lain, di versi turunan WinNT (macam XP, 7, 8), file swap dinamakan sebagai Pagefile.
Di Windows XP anda bisa mengatur penggunaan Pagefile melalui Control Panel – System (lihat gambar) . Windows akan otomatis membuat Pagefile di drive yang anda atur dengan nama pagefile.sys. File ini akan dibuat oleh Windows bila saat booting tidak ditemukan. Jadi kalaupun terhapus juga tidak masalah.
Nah, yang menjadi sedikit ganjalan adalah ukuran pagefile yang besar. Bila anda meletakkan pagefile di partisi NTFS, maka ukuran file maksimal yang bisa dibuat adalah 4 GB. Bila di partisi FAT, ukuran maksimal adalah 2GB.
Untuk pengguna dual-boot mungkin tidak akan masalah karena ukuran harddisk yang besar. Tapi untuk pengguna Virtualbox macam saya, ukuran pagefile betul-betul menghabiskan harddisk virtual.
Nah, ada satu cara untuk menggunakan partisi swap sebagai drive tampungan untuk pagefile. Anda cukup menggunakan driver swapfs. Partisi swap ini mirip dengan partisi memori / tmpfs (artikel bisa baca disini), saat reboot data akan hilang. Praktis bila anda memang menggunakan dualboot, karena partisi swap linux bisa digunakan.
Kubuntu Lite Edition
Setelah selesai me-remaster distro Ubuntu menjadi Ubuntu Lite, saya penasaran apakah Kubuntu bisa di-tweak juga supaya ringan. Dan ternyata bisa. Dengan membuang paket-paket yang tidak saya perlukan dan mengatur beberapa hal, saya bisa mendapatkan Kubuntu 10.04 yang berjalan lancar di RAM 256 MB.
Ubuntu Lite – Stripped Down Version
Ubuntu memang lambat, dan makin lama makin lambat, dan saya tidak suka.
Nah, karena lambat, maka saya pikir lebih baik buat versi modifikasinya. Kenapa Ubuntu lambat? Ubuntu menggunakan banyak service yang sebenarnya membantu user, misal bluetooth, empathy, gwibber, dsb.. Dengan menghilangkan aplikasi tertentu, maka sistem akan lebih lancar, minimalis dan ringan.
Saya tidak akan membahas cara modifikasinya, tapi saya akan berikan ke anda cara mempreteli Ubuntu agar ringan. Secara garis besar seperti ini:
1. Matikan compiz
2. Ganti tema GTK dengan tema yang ringan.
3. Buang semua service yang tidak perlu.
Untuk script membuang service, anda bisa gunakan perintah ini di terminal:
sudo apt-get remove --purge -y software-center openoffice* gwibber* vino vinagre pitivi gbrainy gnomine gnome-mahjongg gnome-sudoku aisleriot quadrapassel evolution-indicator evolution evolution-common evolution-plugins evolution-couchdb evolution-exchange f-spot empathy* uno-libs3 ure update-manager gnome-orca telepathy*
catatan:
OpenOffice disini saya buang karena saya mau menggunakan LibreOffice.
Karena buru-buru pulang, tulisan ini saya akan update beberapa hari lagi.
Tutup Dandang Sebagai Antena
Gila? Memang. Tapi sumber inspirasinya dari antena e-goen wajanbolic yang terkenal. Jadi, wahai manusia Indonesia, berbanggalah kalau bangsamu super kreatif. Tidak ada bangsa lain yang bisa menandingi bangsa kita dalam ide-ide kreatif. Pernah bandingin jumlah bengkel mobil/motor yang ada di Indonesia dan di luar negeri? Punya kita lebih banyak gan! Ini bukti bangsa kita memang pinterrrr…
Btw, ada cerita dari teman yang punya teman yang ikut pelatihan motor di Jepang (Honda? ), teknisi sana kaget lihat teknisi kita enak aja main amplas seker, mereka gak berani gituan, harus diitung dulu. Tapi sayangnya bangsa kita dihujat bangsa sendiri, dibilang bodohlah, gak majulah… Padahal kita pinter banget, coba lihat mana ada paket Blackberry Rp. 50 ribu? itu 5 USD lho. Di amrik, ndak boleh harga segitu. Tapi bangsa kita cerdas, mereka tahu kalau ada teknologi ya manfaatin aja. Read more…
Menggunakan fitur tersembunyi dari Nautilus
Apakah anda hanya menggunakan Nautilus untuk memindah file secara lokal? Tahukah anda bahwa Nautilus mendukung protokol-protokol jaringan, anda bisa menggunakan nautilus untuk memindah data ke SSH server, FTP, WebDav, dan Samba server. Tidak perlu menggunakan aplikasi tambahan untuk memindahkan data-data itu secara remote. Cukup gunakan Nautilus.
Ok, untuk memindahkan data ke SSH Server, saya biasanya menggunakan GFTP, ini program kecil yang menyenangkan karena mendukung “resume” bila mengirim file dalam ukuran besar. Tapi bila anda tidak mau menggunakan itu, anda bisa menggunakan Nautilus untuk memindahkan melalui ssh. Caranya adalah dengan mengetikkan protokol SSH pada Location Bar. Read more…
Mengganti tema di GDM, Ubuntu 10.04
Mulai Ubuntu 9.10, anda tidak akan menemukan program untuk mengganti tema GDM seperti yang ada pada versi-versi sebelumnya. Jadi tema yang ada di gnome-look tidak bisa anda pakai lagi. Tapi tenang saja, anda masih tetap bisa mengubah tampilan GDM, hanya saja tidak se-fleksibel di versi sebelum Ubuntu 8.04. Di tulisan saya yang lalu, saya memberikan cara mengganti tema GDM, nah di tulisan ini, saya memberikan cara lebih lengkap. Read more…
Normalize MP3 – Menyamakan Volume Tiap File MP3
Kalau anda memiliki banyak koleksi lagu MP3, biasanya volumenya berbeda-beda. Nah, bayangkan saja anda sedang enak-enak tidur sambil dengerin MP3, lalu mendadak kaget-kaget karena kebetulan ada lagu yang terlalu kencang volumenya. Read more…
Menggunakan Koneksi 3G atau GPRS/EDGE?
Baru-baru ini saya menggunakan tablet android, dan merasakan enaknya menggunakan tablet. Lumayan mantap, Huawei Ideos S7 Slim. Dibandingkan dengan Galaxy Tab memang sedikit lebih berat, tapi tidak apa-apa toh Huawei S7 Slim ini tetap nyaman.
Nah, seperti biasa, Android sangat boros baterai. Salah satu tips agar tidak boros, menggunakan tipe sinyal bukan 3G atau WCDMA, tapi menggunakan GPRS biasa atau EDGE.
Lalu saya pindahkan kartu saya ke modem karena saya butuh internet di laptop. Nah, cerita menariknya dimulai dari sini.
Saya menggunakan umtsmon untuk koneksi. Salah satu fitur yang ada di umtsmon adalah kemampuan untuk mengubah jenis koneksi, apakah akan menggunakan GPRS atau 3G. Read more…
Opensource is Dead, Suck, Bad!
Lhoo, bukannya ini blog tentang Linux? Kenapa judulnya begini??
Yah, beberapa waktu lalu saya iseng-iseng mencari tahu tentang keyword diatas. Terutama setelah menguatnya tuntutan dari pihak Close Source (terutama Microsoft) kepada Google Android yang notabene OpenSource. Saya terus terang agak khawatir dengan masa depan OpenSource, terutama karena saya bukan programmer handal di lingkungan OpenSource. Saya jadi ingin tahu apa pendapat user biasa tentang Linux. Read more…
Ubuntu 4.10 – Mengenang masa lalu
Saya teringat kembali pengalaman pertama menggunakan Ubuntu. Pertama kali saya menggunakan Ubuntu 4.10. Ya! Ubuntu 4.10, lalu Ubuntu 5.04 dan kemudian Ubuntu 6.06 LTS. Semenjak itu, distro ini menjadi favorit saya, menggantikan SUSELinux 9 dan RedHat 6. Jadi sudah lebih dari 7 tahun saya menggunakan distro ini. Dan bulan ini merupakan bulan kelahiran Ubuntu 4.10.
Nah, ada baiknya mengenang distro ini, walau distro tua, tapi kelahirannya menandai kelahiran sebuah distro besar.
Pada waktu itu, Ubuntu 4.10 Warty Warthog dilengkapi dengan paket-paket software yang bagus, antara lain: Read more…